ANALIS MARKET (17/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Akan Cenderung Tertekan

Ria | Kamis, 17 September 2026 - 08:44

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (16/9), IHSG ditutup melemah 24,30 poin (- 0,38%) ke level 6.436,85.

Pelemahan IHSG karena investor masih wait and see menjelang keputusan The Fed.

Tekanan berasal dari kenaikan harga minyak mentah yang naik di atas US$100 per barel, pelemahan rupiah, serta yield US Treasury 10 tahun yang berada sekitar 5%, yang meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market.

Selain itu, ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi membuat investor cenderung mengurangi risiko.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-1,21%), S&P 500 (-0,44%), & Nasdaq (-0,01%).

Pelemahan tersebut karena sinyal The Fed yang lebih hawkish setelah menaikkan suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi.

Proyeksi anggota FOMC masih membuka kemungkinan 1–2 kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, sedangkan proyeksi inflasi yang lebih tinggi menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya terkendali.

Pernyataan Chairman Warsh yang menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas turut meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut menekan valuasi saham dan meningkatkan biaya pendanaan, sehingga saham sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan melemah, kemudian saham teknologi dan AI hyperscalers seperti Microsoft dan Alphabet juga ikut tertekan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan cenderung tertekan seiring tingginya harga minyak mentah yang mendorong ekspektasi terjadinya kenaikan inflasi dan pengetatan suku bunga,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (17/9).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) analisa market FAC Sekuritas