Pasardana.id - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bimo Wijayanto mengaku kalau dirinya meminta perombakan ratusan pejabat Kemenkeu era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dibatalkan.
Bimo mengatakan, kalau rotasi pegawai Kemenkeu justru adalah usulannya.
Hanya saja, dalam pelaksanaannya ada beberapa nama-nama yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku.
"Itu kan usulan kita, rotasi. Cuman memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management," katanya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (16/9).
Akan hal tersebut, Bimo bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama meminta ke Menkeu baru Suahasil Nazara agar pelantikan ratusan pejabat Kemenkeu yang dilakukan Purbaya dibatalkan.
Bimo menjelaskan, usulan itu mempertimbangkan keadilan bagi kandidat lainnya yang melalui proses pengangkatan jabatan sebagaimana yang telah ditetapkan.
Bagi kandidat yang tidak memenuhi syarat, Bimo mengusulkan agar pemindahan jabatan barunya dibatalkan.
“Yang nggak memenuhi syarat dibatalkan, yang lain-lain (yang sesuai prosedur) tetap,” ujarnya.
Bimo juga menyebut, kalau Suahasil berkomitmen untuk melaksanakan manajemen organisasi dan reformasi birokrasi Kemenkeu dengan benar.
"Iya, Pak Suahasil menegaskan komitmennya untuk melaksanakan talent management, melaksanakan birokrasi reform dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Bimo juga memastikan status pegawai yang sudah dilantik Purbaya pekan lalu akan dibatalkan jika tidak memenuhi syarat.
Sedangkan yang sudah mengikuti alur prosedur akan tetap mengisi jabatan tersebut.
"Enggak dikaji lagi, yang enggak memenuhi syarat tadi, dibatalkan, yang lain-lain tetap. (Jadi balik ke posisi awalnya gitu Pak?) Oh iya," tegas Bimo.