Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9), setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir, untuk meredam inflasi akibat lonjakan harga minyak. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 631,33 poin (1,21%); S&P 500 turun 33,59 poin (0,44%); dan Nasdaq Composite turun 3,15 poin (0,01%). Saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing turun 2,9% dan 3,5%, sedangkan Devon Energy dan ConocoPhillips masing-masing turun lebih dari 5%. Sedangkan, saham Intel melonjak 4,0% setelah muncul laporan bahwa SK Hynix asal Korea Selatan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan tersebut mengenai produksi chip memori di AS. Saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS naik 0,6%. Saham IBM turun 4,4% setelah perusahaan menyatakan bahwa Anderon, unit bisnis chip miliknya, telah menandatangani perjanjian pendanaan dengan pemerintah AS. Sementara dalam pernyataan resminya, The Fed menyatakan bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga diambil secara bulat dan pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat. Dalam konferensi pers setelahnya, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekonomi AS telah menguat sejak pertemuan The Fed terakhir, namun tren inflasi menunjukkan sedikit perbaikan. Harga minyak mentah Brent ditutup turun 2,7%.
Di sisi lain, Bursa Asia naik pada perdagangan Rabu (16/9), pulih dari pelemahan perdagangan sehari sebelumnya. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,7%; Topix menguat 0,6%; Hang Seng Hong Kong naik 0,2%; Taiex Taiwan naik 0,7%; Kospi Korea Selatan melesat 1,4%; ASX 200 Australia bertambah 0,3%; dan NZX 50 Selandia Baru naik 0,9%. Sementara itu, Straits Times turun 0,06%; sedangkan FTSE Malaysia tutup, libur Hari Malaysia (Malaysia Day). Di sisi lain, investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan The Fed pada hari Rabu waktu AS dan Bank of Japan (BOJ) pada hari Jumat (18/9), dengan keduanya diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Sementara itu di Jepang, data perdagangan yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan ekspor Jepang naik 19,3% YoY, namun lonjakan impor sebesar 28% menyebabkan defisit perdagangan sebesar 1,106 triliun yen (US$ 7,5 miliar), mengindikasikan dampak biaya energi yang lebih tinggi. Sementara inflasi Inggris meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan ke level 3,1% pada Agust-26, dibandingkan inflasi tahunan pada Jul-26 berada di level 2,9%. Angka resmi inflasi Inggris ini dirilis sehari sebelum Bank of England (BOE) akan mengumumkan kebijakan suku bunga.
Sementara itu, IHSG kemarin (16/9) ditutup turun 0.38%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp592 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BBCA, ADRO, dan ITMG.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpotensi sideways cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed 25 bps. Diperkirakan Support IHSG: 6350-6400 dan Resist IHSG: 6500-6540,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (17/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BRMS, TPIA, PTBA, ASLI, HMSP, dan SMDR.
Berikut ini trading plan-nya:
BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 715-730, cutloss di bawah 705. Target dekat di 740-760.
TPIA Buy on Weakness dengan area beli di 1800-1825, cutloss di bawah 1790. Target dekat di 1840-1860.
PTBA Spec Buy dengan area beli di 3000, cutloss di bawah 2970. Target dekat di 3030-3080.
ASLI Spec Buy dengan area beli di 356-360, cutloss di bawah 350. Target dekat di 370-384.
HMSP Sell on High dengan target dekat di 665-680. Hati2 jika break di bawah 645-655.
SMDR Spec Buy dengan area beli di 390, cutloss di bawah 386. Target dekat di 396-402.
Disclaimer on